Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Traveler Digetok Pungli di Dalam Hutan Air Terjun Dua Warna

Skintific

Cirebon – Traveler Digetok Pungli Di tengah rimbunnya hutan menuju Air Terjun Dua Warna, beberapa wisatawan mengalami pengalaman tak menyenangkan: mereka dipungli oleh oknum yang menyamar sebagai pengelola.

Kejadian viral ini terjadi ketika rombongan wisatawan masih berada di tengah jalur trekking—di sebuah titik hutan yang belum masuk area resmi retribusi.

Skintific

Seorang pria mengenakan baju hijau tampak sibuk menulis suatu karcis, seolah-olah tiket masuk yang sah, di hadapan wisatawan tersebut.

Ia menegaskan bahwa air dan tanah di lokasi itu merupakan milik negara, tapi ia dan rekan-rekannya adalah pihak yang “mengelolanya.”

Traveler Digetok Pungli
Traveler Digetok Pungli

Baca Juga : Piala Kemerdekaan U-17 2025 : Timnas Indonesia tekuk Uzbekistan 2-0 

Video ini lantas menjadi viral, menimbulkan kemarahan netizen yang menyayangkan adanya praktik pungli di kawasan

Tarif yang diminta ternyata mencapai Rp 210 ribu untuk satu rombongan—padahal biaya resmi retribusi hanya Rp 35 ribu per orang.

Polisi kemudian mengamankan oknum berinisial SG (50 tahun) untuk diperiksa di Polsek Pancur Batu.

Hingga kini, belum ada pengunjung resmi yang membuat laporan; pihak kepolisian hanya bergerak berdasarkan video viral yang beredar.

Kanit Reskrim Iptu Elia Karo-Karo menuturkan sedang mendalami apakah uang itu digunakan oknum sendiri atau diserahkan ke

Dugaan sementara, pelaku memanfaatkan kesempatan ketika petugas resmi tidak hadir di pos, sehingga ia mengambil alih secara ilegal.

 ini memicu kecaman keras: netizen menilai praktik seperti itu merusak reputasi pariwisata Sumut dan mencoreng pengalaman wisatawan.

Sejumlah komentar menyoroti betapa rentannya wisatawan di area minim sinyal dan jauh dari pos keamanan—membuat pungli semakin mudah terjadi.

Air Terjun Dua Warna sendiri adalah objek wisata unik dengan karakter warna air biru muda dan putih keabu‑abuan—menyebabkan siapa saja tertarik datang.

Hutan di sekitarnya memang belum sepenuhnya nyaman—jalur trekking panjang dan sinyal sulit membuat pengawasan terhadap wisatawan  terbatas.

Situasi tersebut memperjelas betapa pelaku pungli mengambil keuntungan dari kondisi pengawasan minim dan gelapnya jalur wisata.

Skintific