Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Gelombang Demonstrasi di Cirebon, Massa Merusak Gedung DPRD dan Kantor Polisi

Skintific

Cirebon  – Gelombang Demonstrasi Pada minggu, 31 Agustus 2025, Kota Cirebon dilanda gelombang demonstrasi besar yang berujung ricuh dan destruktif.

Awalnya, massa terdiri dari mahasiswa, pengemudi ojek daring, dan masyarakat umum berkumpul untuk menyuarakan aspirasi seperti tuntutan penghapusan outsourcing, kenaikan upah, dan kematian pengemudi ojol Affan Kurniawan

Skintific
Gelombang Demonstrasi
Gelombang Demonstrasi

Baca Juga : 3 Admin Grup WA yang Ajak 197 Pelajar Bogor Demo ke DPR Diamankan

Kericuhan pertama muncul saat massa mulai melempar batu dan botol ke arah barikade polisi, lalu berhasil menjebol kawat berduri di gerbang utama.

Sejumlah teknis vandalisme mulai terjadi, termasuk pembakaran, penjarahan, dan perusakan fasilitas publik.

Di Markas Polresta Cirebon, aksi menjalar menjadi destruktif—massa menyerbu, membakar pos polisi, dan melempar pot bunga serta benda keras lainnya.

Dampaknya langsung terasa: arus lalu lintas di jalur Cirebon–Majalengka lumpuh total dan warga di sekitar itu ketakutan.

Massa kemudian bergerak menuju Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, merangsek masuk dan menghancurkan fasilitas di dalamnya.

Dua pos pengamanan dan satu unit sepeda motor milik satpam ikut jadi korban kebakaran.

Kaca pecah berserakan akibat hantaman batu dan bambu, sedangkan ruang fraksi dan ruang sidang utama juga rusak berat.

Di Alun-alun Kejaksan, massa juga merusak pos polisi dan membakar pot-pot tanaman di jalan Kartini.

Aksi vandalisme tersebut menyebabkan suasana kota menjadi tegang dan memicu kepanikan di kalangan warga.

Seorang satpam bernama Imron mendapati sepeda motornya terbakar—motor itu adalah satu-satunya alat transportasinya untuk bekerja.

Dia hanya bisa menyaksikannya “dari jauh”, tak bisa menyelamatkannya saat api melalap motor tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran mencatat titik api muncul di sisi utara dan selatan gedung, serta di dua pos keamanan.

Tim pemadam berhasil memadamkan api sebelum meluas, namun kerusakan material sudah cukup memprihatinkan.

Belum ada estimasi resmi mengenai nilai kerugian. Penanggung jawab kantor DPRD masih menunggu pendataan menyeluruh.

Demonstrasi di Cirebon hanyalah bagian dari gelombang aksi unjuk rasa yang meluas ke banyak daerah di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Mataram, dan lainnya.

Tokoh agama juga angkat bicara. Misalnya, Bachtiar Nasir mengingatkan demonstran agar tidak mudah terprovokasi dan menghindari perusakan fasilitas umum sebagai bentuk tanggung jawab moral.

Sementara itu, Pemerintah dan aparat terus melakukan penjagaan ekstra serta membuka dialog agar situasi tak semakin memburuk.

Di balik kerusuhan ini, tercermin amarah masyarakat yang menilai DPR dan aparat telah kehilangan legitimasi dan tidak mendengar aspirasi mereka.

Namun, bentuk ekspresi yang berbuah kerusakan fisik justru berisiko memperumit citra tuntutan mereka sendiri.

Selain korban fisik, dampak psikologis juga memukul satpam, pegawai, hingga warga yang tidak bersalah tapi menjadi korban destruksi.

Skintific