Cirebon – Pemkab Cirebon Kebut Masyarakat di wilayah timur Kabupaten Cirebon — dari Losari, Pabedilan, hingga Babakan — kini mulai merasakan perubahan. Jalan-jalan desa yang sebelumnya berlubang, licin saat hujan, dan berdebu saat kemarau, perlahan mulai dibeton.
Pemkab Cirebon tengah mengebut proyek betonisasi jalan di kawasan tersebut, dengan target utama: meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian dan UMKM.
Proyek Prioritas 2025: Beton, Bukan Janji Lagi
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Pemkab mengalokasikan anggaran khusus dari APBD 2025 dan sebagian dari dana pusat untuk mengejar percepatan infrastruktur dasar di daerah pinggiran.
“Fokus tahun ini adalah wilayah timur yang selama ini masih banyak jalan rusaknya. Betonisasi bukan cuma memperbaiki akses, tapi juga mempercepat ekonomi rakyat,”
— ujar Kepala DPUPR Kabupaten Cirebon.
Beberapa ruas jalan prioritas yang sedang atau segera dibeton antara lain:
-
Jalan Ciledug – Pabedilan
-
Ruas Babakan – Gebang
-
Akses utama menuju pasar tradisional di Losari Lor
Dampak Langsung Dirasakan Warga
Bagi warga, ini bukan soal beton atau aspal—tapi soal kehidupan sehari-hari. Sejak pekerjaan jalan dimulai, waktu tempuh antardesa jadi lebih singkat. Petani bisa lebih cepat membawa hasil panen ke pasar, dan anak sekolah tak lagi kotor dan jatuh saat musim hujan.
“Dulu dari rumah ke pasar butuh 30 menit karena jalan rusak. Sekarang 10 menit juga sampai. Kami sangat terbantu,”
— kata Sarnah, pedagang sayur di Pabedilan.
Wilayah Timur: Dari Tertinggal ke Tertata
Selama ini, wilayah timur Cirebon kerap merasa tertinggal dibanding wilayah tengah dan barat yang lebih dekat dengan pusat kota. Proyek betonisasi ini dianggap sebagai langkah serius pemerintah daerah untuk menyamaratakan pembangunan.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi daerah yang merasa dianaktirikan. Infrastruktur dasar seperti jalan harus adil dinikmati semua warga,”
— Bupati Cirebon dalam keterangan resminya.
Bukan Bebas Tantangan
Meski progres menggembirakan, proyek betonisasi ini tak lepas dari kendala:
-
Cuaca ekstrem memperlambat pengerjaan.
-
Beberapa jalur terganggu lalu lintas selama proses pengecoran.
-
Keluhan soal akses jalan alternatif yang sempit.

Baca Juga : Damkar Bantu Makamkan Jenazah Seberat 200 Kg di Kuningan
Namun Pemkab berjanji akan memperbaiki koordinasi antarinstansi dan mempercepat pengadaan material agar target rampung sebelum akhir tahun anggaran.
Penutup: Jalan yang Menghubungkan Lebih dari Sekadar Desa
Jalan yang dibeton di Cirebon timur bukan hanya soal fisik. Ia menghubungkan warga dengan layanan kesehatan, pendidikan, pasar, dan bahkan harapan akan masa depan yang lebih layak.
Dengan pembangunan yang terus dipercepat dan diawasi, warga berharap jalan yang dulu rusak itu tak lagi jadi cerita kelam, melainkan jalur terang menuju kemajuan desa-desa timur Cirebon.





