Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Paskibra Cirebon Kibarkan Bendera Setengah Tiang, Tuntut Keadilan untuk DF

Skintific

Ceribon – Suasana hening menyelimuti halaman upacara di salah satu sekolah menengah atas di Cirebon saat pasukan pengibar bendera (Paskibra) mengibarkan Sang Merah Putih hanya setengah tiang.

Aksi tersebut bukan bagian dari upacara berkabung nasional, melainkan bentuk protes dan solidaritas terhadap seorang rekan mereka, DF, yang diduga menjadi korban ketidakadilan.

Skintific

DF, seorang anggota Paskibra dari salah satu SMA di Cirebon, dilaporkan mengalami tindakan kekerasan dalam proses pelatihan intensif yang digelar menjelang peringatan Hari Kemerdekaan.

Akibat perlakuan yang diterimanya, DF mengalami luka fisik dan trauma psikologis yang cukup serius.

Kabar tentang kondisi DF cepat menyebar di kalangan siswa dan masyarakat Cirebon, memicu gelombang empati dan kemarahan.

Sebagai bentuk dukungan, sejumlah tim Paskibra dari berbagai sekolah di Cirebon secara serentak mengibarkan bendera setengah tiang.

Paskibra Cirebon
Paskibra Cirebon

Baca Juga : Nyamannya Kompleks Makam Sunan Gunung Jati yang Bebas Pengemis

Aksi ini berlangsung secara tertib namun penuh makna, dengan para peserta mengenakan pita hitam di lengan sebagai simbol duka dan keprihatinan.

Dalam orasinya, perwakilan siswa menyampaikan bahwa aksi ini bukan bentuk pembangkangan, tetapi suara hati yang menuntut keadilan.

“Kami ingin latihan yang membentuk karakter, bukan menyakiti,” ujar salah satu orator yang merupakan ketua Paskibra sekolah.

Mereka ini juga menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelatihan Paskibra di wilayah tersebut, yang dianggap terlalu

Orang tua DF pun akhirnya angkat bicara, meminta kejelasan dan pertanggungjawaban dari pihak terkait atas kondisi anaknya.

Pihak sekolah tempat DF bernaung menyatakan turut prihatin dan siap bekerja sama dalam investigasi.

Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon juga telah menerima laporan terkait insiden ini dan menyatakan akan membentuk tim khusus untuk menyelidikinya.

Ia juga mengapresiasi keberanian siswa dalam menyampaikan aspirasi secara damai dan terorganisir.

Aksi ini pengibaran bendera setengah tiang ini pun menarik perhatian publik dan viral di media sosial.

Sejumlah aktivis hak anak dan psikolog turut angkat suara, menyoroti pentingnya perlindungan terhadap siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Skintific