Cirebon – Nestapa Edah Dicekoki Kejadian tragis menimpa seorang wanita bernama Edah (37), yang ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di kawasan Pantura, Cirebon, pada akhir pekan lalu. Edah, yang diketahui bekerja sebagai penjaja makanan keliling, diduga menjadi korban pembunuhan setelah dicekoki minuman keras (miras) dan kemudian dibuang secara kejam di tepi jalan Pantura. Kasus ini mengejutkan warga setempat dan mengundang perhatian banyak pihak, mengingat motif di balik pembunuhan tersebut yang masih belum sepenuhnya terungkap.
Nestapa Edah Dicekoki pertama kali ditemukan pada Sabtu, 28 November 2025, oleh seorang pengendara yang melintas di sepanjang jalur Pantura, tak jauh dari Desa Jatisari, Cirebon. Dalam kondisi tak bernyawa, Edah ditemukan terbaring di semak-semak dengan tanda-tanda kekerasan fisik yang cukup parah. Petugas kepolisian yang datang ke lokasi segera melakukan identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Nestapa Edah Dicekoki Kronologi Penemuan Jasad Edah

Baca Juga : Obesitas dan Hipertensi Dominasi Hasil Cek Kesehatan di Cirebon
Menurut keterangan Kapolres Cirebon, AKBP Hendra Pratama, temuan jasad Edah berawal dari laporan seorang warga yang melihat tubuh tanpa nyawa di pinggir jalan Pantura. “Setelah menerima laporan tersebut, tim kami segera melakukan pengecekan dan menemukan korban dalam keadaan mengenaskan. Kami menemukan adanya luka-luka pada tubuh korban, yang diduga akibat kekerasan. Kami juga menemukan sisa-sisa miras di sekitar lokasi, yang kemungkinan merupakan bagian dari kejadian tersebut,” jelas Hendra.
Penemuan ini langsung menimbulkan spekulasi di kalangan masyarakat tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Edah. Dari hasil penyelidikan awal, polisi menemukan bahwa Edah diduga dibunuh setelah sebelumnya diberi minuman keras. Keterangan dari beberapa saksi yang diperoleh polisi menunjukkan bahwa korban terakhir kali terlihat bersama seorang pria yang belum diketahui identitasnya, yang tampaknya memiliki hubungan dengan korban.
Autopsi Mengungkapkan Tanda-Tanda Kekerasan
Pihak kepolisian segera melakukan autopsi terhadap jasad Edah untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya. Hasil autopsi yang dirilis pada Senin, 30 November 2025, mengungkapkan bahwa korban mengalami kerusakan pada bagian kepala dan luka tusukan di dada, yang mengindikasikan bahwa kematiannya disebabkan oleh kekerasan. Selain itu, ditemukan juga tanda-tanda bahwa korban sebelumnya dipaksa untuk mengonsumsi miras dalam jumlah yang cukup banyak.
“Dari hasil pemeriksaan sementara, kami menduga bahwa korban dibunuh setelah dicekoki minuman keras. Kami menemukan kadar alkohol yang tinggi dalam tubuhnya. Dugaan kami, pelaku memanfaatkan keadaan korban yang dalam kondisi tidak sadar untuk melakukan tindakan kekerasan,” ungkap Dr. Arief Budianto, dokter forensik yang menangani autopsi.
Edah diketahui memiliki kebiasaan bekerja sebagai penjaja makanan keliling yang sering berkeliling di sekitar kawasan Cirebon. Namun, tak banyak yang tahu tentang kehidupan pribadinya. Menurut beberapa sumber, Edah dikenal sebagai sosok yang pendiam dan tidak banyak bergaul, meski sering terlihat berbicara dengan beberapa pria yang mungkin menjadi langganannya.
Pelaku Masih Buron
Meski begitu, polisi belum dapat memastikan siapa pelaku dibalik kejadian ini. Menurut AKBP Hendra Pratama, pihak kepolisian tengah mengejar pelaku yang diduga merupakan pria yang terakhir kali terlihat bersama Edah. Beberapa rekaman CCTV dari kawasan sekitar juga sedang dianalisis untuk membantu penyelidikan lebih lanjut.
“Kami terus menggali informasi dari saksi-saksi dan masyarakat sekitar, termasuk mengumpulkan bukti-bukti dari rekaman CCTV. Kami juga berkoordinasi dengan beberapa saksi yang sempat melihat korban bersama seorang pria, yang kemungkinan besar merupakan pelaku,” tambah Kapolres.
Keterangan yang didapat dari beberapa orang yang mengenal Edah menunjukkan bahwa ia tidak memiliki banyak teman dekat, dan tidak ada yang mengetahui adanya masalah besar dalam hidupnya. Hal ini membuat dugaan polisi semakin kuat bahwa pembunuhan tersebut bisa jadi terkait dengan motif pribadi atau masalah yang tak diketahui oleh banyak orang.
Kejadian yang Mengguncang Masyarakat Cirebon
Kasus pembunuhan ini telah mengguncang masyarakat Cirebon, khususnya yang tinggal di sepanjang jalur Pantura. Banyak warga yang merasa terkejut dan takut dengan kejadian ini, mengingat selama ini kawasan tersebut dikenal cukup aman. Beberapa warga mengungkapkan kekhawatirannya, mengingat lokasi penemuan jasad yang cukup terbuka dan dekat dengan jalan utama.
Andi, seorang warga Desa Jatisari, mengaku tidak menyangka bahwa kejadian seperti ini bisa terjadi di dekat tempat tinggalnya. “Saya baru mendengar kabar ini, dan saya terkejut. Biasanya jalanan di sini aman, tapi kejadian seperti ini sangat mengerikan. Semoga pelakunya cepat ditemukan,” ujar Andi.
Hal serupa juga disampaikan oleh Siti Aisyah, seorang pedagang yang sering berjualan di sekitar lokasi penemuan jasad. “Saya sering melihat ibu itu lewat dengan dagangan keliling, tapi saya tidak tahu banyak soal kehidupannya. Kalau benar ia dibunuh seperti itu, sangat menyedihkan. Kami berharap polisi segera menangkap pelaku,” tambah Siti.
Motif Pembunuhan Masih Misteri
Hingga kini, pihak kepolisian belum bisa memastikan motif pasti dibalik pembunuhan tersebut. Beberapa kemungkinan tengah diselidiki, seperti apakah pembunuhan ini terkait dengan masalah pribadi, atau apakah korban terlibat dalam kegiatan yang berisiko tinggi, seperti penjajahan minuman keras atau hubungan asmara yang tidak diketahui orang lain.
Sementara itu, beberapa tetangga dan teman dekat Edah mengatakan bahwa mereka tidak pernah mendengar adanya masalah besar yang dihadapi korban. “Edah itu orangnya sangat pendiam, dia cuma bekerja dan jarang berbicara soal kehidupan pribadinya. Saya juga tidak tahu apakah dia punya masalah dengan seseorang,” ujar Maya, seorang teman dekat yang tinggal satu lingkungan dengan Edah.
Namun, pihak kepolisian masih terus mendalami apakah ada hubungan antara korban dan seseorang yang mengenalnya secara pribadi. Beberapa saksi juga mengatakan bahwa mereka pernah melihat Edah bersama seorang pria yang terlihat mencurigakan beberapa hari sebelum kejadian.
Keluarga Edah: Kehilangan yang Mendalam
Keluarga Edah, yang tinggal di sebuah desa kecil di sekitar Cirebon, kini tengah berduka mendalam atas kehilangan tersebut. Saudara kandung Edah, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam dan kebingungannya atas tragedi ini. “Kami tidak tahu apa yang terjadi, kami sangat terkejut. Edah tidak pernah menceritakan masalah apa pun. Kami berharap pelaku bisa segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya,” kata sang saudara.
Keluarga Edah kini berharap agar polisi dapat segera mengungkap pelaku dan memberikan keadilan bagi almarhumah. Mereka juga berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi di kawasan tersebut, dan agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi bahaya yang bisa terjadi kapan saja.
Penutup
Kasus pembunuhan yang menimpa Edah menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan di sekitar kita. Tragisnya, kehidupan seseorang yang tampaknya sederhana dan tenang bisa berakhir dengan cara yang sangat kejam. Pihak kepolisian masih bekerja keras untuk mengungkap siapa pelaku di balik pembunuhan ini, dan diharapkan agar masyarakat terus memberikan informasi yang bisa membantu proses penyelidikan.
Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk lebih memperhatikan dan melindungi satu sama lain, serta memberikan dukungan kepada aparat penegak hukum agar dapat memberikan keadilan bagi Edah dan keluarga yang ditinggalkannya.





