Cirebon – Harta Karun Sebuah penemuan mengejutkan kembali mengguncang warga Cirebon, Jawa Barat. Di tengah penggalian lahan untuk proyek pembangunan di kawasan Kecamatan Lemahwungkuk, warga tak sengaja menemukan mahkota emas kuno yang diduga berusia ratusan tahun. Lebih mencengangkan lagi, benda berharga itu ditemukan di dalam sebuah makam tua yang sudah lama tak terurus.

Baca Juga : polisi Gagalkan Duel 2 Siswa SMP Pakai Badik-Busur Panah
Kabar penemuan “harta karun dari dalam kubur” itu dengan cepat menyebar luas di kalangan masyarakat setempat. Banyak yang penasaran, bahkan sebagian mengaitkannya dengan legenda lama Keraton Cirebon.
Penemuan Tak Terduga Saat Gali Tanah
Peristiwa ini bermula pada Jumat pagi (24/10/2025), ketika sejumlah pekerja tengah menggali tanah untuk proyek saluran air. Saat menggali sekitar dua meter, salah satu pekerja menemukan benda logam berkilau keemasan yang tertutup tanah dan batu bata merah tua.
Setelah dibersihkan, ternyata benda tersebut berbentuk mahkota kecil berukir indah, lengkap dengan ornamen batu merah dan biru di bagian tengahnya.
“Kami kira awalnya cuma besi karatan. Tapi pas dicuci, ternyata berkilau emas. Bentuknya seperti mahkota kecil,” ujar Rudi (38), salah satu pekerja yang menemukan benda itu.
Tak lama kemudian, warga sekitar berdatangan. Mereka kaget ketika menyadari bahwa mahkota itu ditemukan di dalam area makam tua yang sudah tidak memiliki nisan utuh.
Diduga Peninggalan Kerajaan Cirebon
Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke pihak berwenang. Tim arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Barat segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan.
Hasil sementara menunjukkan bahwa mahkota itu kemungkinan besar berasal dari masa Kesultanan Cirebon abad ke-16 hingga ke-17.
Ukiran, bentuk, dan bahan emas yang digunakan menunjukkan kemiripan dengan artefak yang pernah ditemukan di kompleks Keraton Kasepuhan dan Kanoman.
“Benda ini bukan harta karun biasa. Dari analisis awal, kemungkinan besar merupakan simbol kebangsawanan atau atribut pemakaman bangsawan Cirebon tempo dulu,” ujar Dr. Hendra Gunawan, arkeolog BPCB Jabar.
Misteri Makam Tanpa Nama
Menariknya, lokasi penemuan mahkota tersebut berada di area yang dikenal warga sebagai makam tua tanpa identitas. Tidak ada batu nisan, hanya gundukan tanah yang tertutup semak.
Warga setempat meyakini bahwa kawasan itu dulunya merupakan tanah wakaf peninggalan salah satu tokoh kerajaan, namun sudah lama terbengkalai.
“Dari dulu orang tua kami bilang di sini banyak peninggalan kuno. Tapi baru sekarang terbukti,” ujar Haji Maman, tokoh masyarakat sekitar.
Mahkota Langsung Diamankan Polisi
Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, mahkota emas tersebut kini telah diamankan oleh pihak kepolisian.
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Arif Budiman, memastikan benda tersebut akan dititipkan sementara di BPCB Jawa Barat untuk penelitian lebih lanjut.
“Kami mengamankan benda itu agar tidak disalahgunakan atau dijual. Saat ini kami menunggu hasil resmi dari tim ahli terkait nilai sejarah dan keasliannya,” kata Kapolres dalam keterangannya.
Jejak Sejarah yang Kembali Terungkap
Cirebon memang dikenal sebagai salah satu pusat peradaban Islam tertua di Jawa Barat, dengan sejarah panjang yang dipengaruhi oleh budaya Jawa, Sunda, Arab, dan Tionghoa.
Penemuan mahkota ini memperkuat dugaan bahwa banyak peninggalan penting masih terkubur di bawah tanah Cirebon.
Sejarawan lokal bahkan menyebut, bisa jadi mahkota tersebut adalah milik putri atau permaisuri Sultan Cirebon yang dimakamkan secara khusus dengan atribut kebangsawanan.
“Jika benar berasal dari abad ke-16, mahkota ini merupakan penemuan besar yang bisa membuka bab baru sejarah Kesultanan Cirebon,” kata Prof. Sulastri, peneliti sejarah budaya Nusantara dari Universitas Indonesia.
Antara Mitos dan Fakta
Tak sedikit warga yang mengaitkan penemuan ini dengan kisah mistis. Ada yang percaya mahkota tersebut adalah “penjaga spiritual” makam tua yang selama ini tak boleh diganggu.
Beberapa warga bahkan mengaku melihat cahaya aneh di lokasi sebelum penemuan terjadi.
Namun, tim arkeolog menegaskan agar masyarakat tidak mengaitkan hal ini dengan mitos atau hal gaib, karena yang dibutuhkan kini adalah pendekatan ilmiah dan pelestarian budaya.





