Koran Cirebon – Harga tepung beras mengalami lonjakan signifikan dan berdampak langsung pada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kue tradisional di Cirebon. Kenaikan harga bahan baku ini membuat biaya produksi meningkat dan menekan keuntungan para pelaku usaha.

Para pelaku UMKM mengaku kesulitan menyesuaikan harga jual produk karena khawatir kehilangan pelanggan. Di sisi lain, harga tepung beras yang terus naik memaksa mereka mencari strategi agar usaha tetap berjalan. Beberapa pelaku usaha memilih mengurangi حجم produksi, sementara lainnya mencoba mencari alternatif bahan baku.
Baca Juga : ODGJ Bakar Sofa, Rumah di Cirebon Nyaris Ludes Terbakar
Kondisi ini membuat UMKM kue tradisional berada dalam posisi yang terjepit. Mereka harus menjaga kualitas produk sekaligus mempertahankan harga yang terjangkau bagi konsumen. Tantangan ini semakin berat ketika daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan perhatian terhadap kondisi ini, termasuk melalui stabilisasi harga bahan baku dan dukungan kepada pelaku UMKM. Bantuan berupa subsidi atau kemudahan akses bahan baku dinilai dapat membantu meringankan beban pelaku usaha.
Selain itu, pelaku UMKM juga berupaya berinovasi dengan menciptakan produk baru atau memperluas pasar melalui penjualan online. Langkah ini menjadi salah satu cara untuk bertahan di tengah tekanan kenaikan harga tepung beras.
Dengan kondisi harga tepung beras yang masih tinggi, pelaku UMKM di Cirebon berharap adanya solusi yang konkret agar usaha mereka tetap bertahan. Dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan sektor usaha kecil yang berperan penting dalam perekonomian daerah.





