Cirebon – Harga Sembako Jatim Belanja harian di pasar belakangan ini makin bikin alis terangkat. Di berbagai daerah di Jawa Timur, harga sejumlah kebutuhan pokok melonjak, dari cabai keriting yang makin pedas di kantong, hingga elpiji 3 kilogram yang tak lagi “bersahabat” bagi masyarakat kecil.
Kenaikan harga ini tentu berdampak langsung, terutama bagi ibu rumah tangga, pedagang kecil, dan pelaku usaha kuliner yang harus putar otak menjaga biaya produksi tetap stabil.
Cabai Keriting: Pedasnya Bukan Main, Harganya Ikut Panas
Cabai keriting, yang jadi bahan wajib untuk sambal dan bumbu dapur, kini harganya menyentuh angka Rp 65.000 hingga Rp 75.000 per kilogram di beberapa pasar tradisional seperti Pasar Wonokromo (Surabaya), Pasar Besar (Malang), dan Pasar Pabean (Sidoarjo).
Penyebabnya? Cuaca ekstrem dan pasokan yang terganggu dari sentra produksi di Kediri dan Banyuwangi. Banyak petani yang gagal panen akibat hujan tak menentu beberapa pekan terakhir.
“Satu kilo aja udah kayak beli emas. Tapi pelanggan tetap cari sambal, gak bisa bohong,” keluh Bu Nani, penjual pecel lele di Surabaya.
Elpiji 3 Kg: Si Hijau yang Mulai Berat di Ongkos

Baca Juga : Kota Cirebon optimistis kunjungan wisata tembus 5 juta turis
Tak kalah mengejutkan, harga elpiji 3 kilogram bersubsidi juga ikut naik di tingkat pengecer, terutama di daerah non-perkotaan. Meskipun harga eceran tertinggi (HET) dari pemerintah belum berubah secara resmi, di lapangan harganya bisa tembus Rp 23.000 – Rp 27.000 per tabung, tergantung lokasi.
Kelangkaan di beberapa daerah seperti Madura, Situbondo, dan Jember membuat antrean terjadi di pangkalan resmi. Banyak warga yang akhirnya terpaksa membeli di tingkat pengecer dengan harga lebih mahal.
“Dulu beli elpiji gak pakai mikir, sekarang harus nunggu jadwal atau cari ke desa sebelah,” kata Pak Yanto, warga Lumajang.
Daging Sapi: Bukan Cuma untuk Lebaran, Tapi Harganya Sudah Serasa Hari Besar
Harga daging sapi segar kini merangkak naik ke kisaran Rp 135.000 – Rp 145.000 per kilogram, terutama jenis daging has dalam dan paha belakang. Kenaikan ini dipicu oleh permintaan dari industri makanan dan hotel menjelang akhir tahun, ditambah pasokan dari peternak yang mulai terbatas.
Peternak di Jombang dan Probolinggo menyebutkan bahwa biaya pakan yang tinggi serta cuaca buruk membuat pasokan sapi siap potong jadi berkurang.
Ringkasan Kenaikan Harga Sembako di Jatim (per 19 Oktober 2025):
| Komoditas | Harga Sebelumnya | Harga Saat Ini | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Cabai keriting | Rp 50.000/kg | Rp 70.000/kg | Naik tajam |
| Elpiji 3 kg | Rp 19.000/tabung | Rp 25.000/tabung | Tidak merata |
| Daging sapi | Rp 120.000/kg | Rp 140.000/kg | Naik bertahap |
Apa Solusi untuk Warga?
Kenaikan harga ini tak bisa hanya dijawab dengan keluhan. Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pusat segera turun tangan, terutama dalam memastikan distribusi elpiji tetap lancar dan harga tidak dimainkan di tingkat pengecer.
Di sisi lain, pelaku UMKM dan warung makan berharap adanya subsidi, relaksasi pajak, atau program bantuan langsung agar mereka bisa tetap bertahan.





