Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Cirebon Geger Muncul Bola Api Membelah Langit dan Suara Dentuman

Skintific

Cirebon – Cirebon Geger Muncul Bola warga mendadak geger ketika langit malam disambut oleh kilatan cahaya menyerupai bola api, disertai dentuman keras yang mengguncang suasana.

Cirebon Geger Muncul Bola
Cirebon Geger Muncul Bola

Baca Juga : BMKG Prediksi Cirebon Diguyur Hujan pada 1 Oktober 2025

Skintific

Fenomena ini terjadi pada Minggu malam, 5 Oktober 2025, sekitar pukul 18.30 WIB menurut banyak saksi.

Beberapa warga melaporkan bahwa pintu dan jendela rumah mereka bergetar akibat suara yang cukup kuat

Saksi di Kecamatan Lemahabang mengaku melihat bola cahaya melesat cepat di langit sebelum suara ledakan terdengar.

Ada pula video amatir yang tersebar di media sosial memperlihatkan benda bercahaya melintasi langit dengan jalur lurus.

Dalam beberapa laporan warga, suara dentuman itu menyerupai letusan kuat atau ledakan jauh yang tak lazim terjadi pada malam biasa.

Beberapa orang awalnya mengira bahwa dentuman tersebut berasal dari ledakan mesin kendaraan atau tabrakan, namun kemudian menyadari bahwa fenomenanya lebih besar.

BPBD Kabupaten Cirebon segera dikerahkan untuk meninjau lokasi dan mencari titik pusat dari ledakan sukar itu.

Pihak BMKG juga dilibatkan untuk memeriksa apakah ada indikasi gempa atau aktivitas seismik yang berkaitan dengan dentuman itu.

Menurut BMKG Kertajati, getaran telah terekam di seismograf dengan waktu yang berdekatan dengan dentuman.

Namun, BMKG juga menyatakan bahwa cuaca saat kejadian relatif tenang tanpa petir atau awan konvektif signifikan, sehingga ledakan bukan berasal dari fenomena cuaca biasa.

Peneliti dari BRIN, Thomas Djamaluddin, mengungkap bahwa fenomena itu kemungkinan besar disebabkan oleh meteor berukuran cukup besar yang memasuki atmosfer bumi.

Menurut Thomas, meteor tersebut melintasi wilayah barat daya, memasuki Cirebon dan Kuningan antara pukul 18.35 hingga 18.39 WIB.

Meteor yang memasuki atmosfer lebih rendah akan menghasilkan gelombang kejut menjadikan suara dentuman keras.

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa meteor kemungkinan besar jatuh di perairan Laut Jawa, bukan di daratan Cirebon secara langsung.

Meski demikian, suara dan kilatan itu cukup untuk memicu rasa takut ini

Skintific