Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Cara Warga Kalianyar Cirebon Ubah Selokan Jadi Lokasi Mancing Massal

Skintific

CirebonCara Warga Kalianyar Desa Kalianyar, yang terletak di Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, menjadi sorotan setelah warga berhasil memanfaatkan selokan sebagai lokasi lomba mancing massal dalam rangka memeriahkan HUT RI ke‑80

Kegiatan itu berlangsung pada jumat, 22 Agustus 2025, di mana hujan gerimis tak menyurutkan semangat warga untuk berpartisipasi.

Skintific
Cara Warga Kalianyar
Cara Warga Kalianyar

Baca Juga : Lirik dan Terjemahan Tabola Bale Viral Goyang Istana Saat HUT RI

Mereka berjejer sepanjang saluran drainase sawah, membawa peralatan sederhana, dan memancing berbagai jenis ikan—suasana yang tak biasa untuk lomba memancing.

Ketua panitia sekaligus Kepala Desa Abdul Nasir menjelaskan, lomba ini bukan sekadar hiburan, tapi juga sarana kampanye “gemar makan ikan” untuk meningkatkan gizi warga.

Menurut Nasir, konsumsi ikan sangat penting bagi kesehatan dan kecerdasan otak karena ikan merupakan sumber protein hewani yang murah dan bergizi.

Dalam acara tersebut, panitia menebar sekitar 324 kilogram ikan, meliputi lele dan patin, untuk menjaga antusiasme dan keaktifan warga.

Bagi Yanto, seorang buruh pabrik penggilingan padi, lomba ini bukan soal menang, tapi tentang kebersamaan. Ia bahkan berhasil mendapatkan 10 ekor lele jumbo hanya dengan umpan cacing dari sawah

Menurut Yanto, momentum seperti ini menjadi hiburan murah meriah dan mempererat solidaritas antarwarga setelah masa penat pandemi atau kesibukan kerja.

Tahun sebelumnya, lomba serupa digelar di Sungai Gandasari dengan total ikan mencapai satu ton.

Alasan pemilihan drainase sebagai tempat lomba adalah untuk memperkenalkan fasilitas desa sekaligus memamerkan infrastruktur baru—jalan dan saluran—kepada warga.

Melalui pendekatan ini, desa berusaha menambah “branding” sebagai desa perikanan yang kreatif dan tanggap terhadap inovasi pembangunan.

“Semoga lomba mancing ini menjadi ciri khas Desa Kalianyar setiap perayaan 17 Agustusan,” tutup Abdul Nasir optimis.

Tampak betul kekompakan warga; meski hujan sepanjang subuh hingga lomba dimulai, antusias tetap tinggi—menandakan aktivitas seperti ini terus relevan secara sosial.

Momentum lomba mencerminkan nilai kebersamaan, partisipasi aktif warga, dan penggunaan ruang publik kreatif sebagai sarana perayaan.

Pendekatan semacam ini menunjukkan bahwa desa bisa memaksimalkan aset lokal (saluran drainase) untuk kegiatan positif—transformasi ruang nontradisional.

Kehadiran kegiatan ini juga mendukung program pembudidayaan ikan yang menjadi prioritas desa—memancing massal sekaligus mendidik warga.

Sebagai desa yang tengah mengembangkan usaha perikanan, lomba seperti ini memberikan pengalaman langsung tentang potensi ekonomi melalui perikanan desa.

Pemanfaatan drainase praktis juga jadi inovasi murah, tanpa perlu memanfaatkan wadah buatan seperti kolam besar

Skintific