Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Banjir Kiriman dari Hulu Telan Dua Desa di Cirebon

Skintific

Cirebon – Banjir Kiriman Hujan deras yang mengguyur wilayah hulu Sungai Cisanggarung sejak dua hari terakhir akhirnya membawa dampak besar bagi kawasan di bagian hilir

Dua desa di Kabupaten Cirebon terendam banjir kiriman dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.

Skintific

Warga yang tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga terpaksa mengungsi ke lokasi aman sambil menunggu air surut.


Dua Desa Lumpuh Aktivitas Akibat Terendam Air

Banjir kiriman itu menerjang Desa Karangsembung dan Desa Mekarsari, dua wilayah yang berada tepat di jalur aliran sungai.

Air mulai masuk ke pemukiman warga sejak dini hari ketika sebagian besar penduduk masih tertidur.

Banjir Kiriman
Banjir Kiriman

Baca Juga :  Abrasi Sungai Cipager Ancam Masjid Bersejarah Bawah Tanah Cirebon

Banyak warga mengaku terbangun karena suara deras air yang mengalir, lalu mendapati halaman rumah mereka sudah terendam.

Akibat banjir tersebut, aktivitas masyarakat lumpuh total. Jalan desa tertutup air, beberapa kendaraan tidak bisa digunakan karena mesin terendam, dan fasilitas publik seperti sekolah serta posyandu terpaksa ditutup sementara.

Warga yang memiliki anak kecil dan lansia diprioritaskan untuk dievakuasi lebih dulu.


Air Banjir Berasal dari Meluapnya Sungai Cisanggarung

Camat setempat menjelaskan bahwa banjir yang terjadi bukan disebabkan oleh hujan lokal, melainkan luapan air yang datang dari wilayah hulu di Kabupaten Kuningan.

Curah hujan yang ekstrem membuat volume air sungai meningkat drastis, sehingga aliran menuju Cirebon tidak mampu ditampung.

“Ini banjir kiriman. Kondisi di hulu kemarin sangat parah, jadi debit sungai naik cepat dan langsung meluber ke wilayah hilir,” jelasnya.

Pemerintah kecamatan telah berkoordinasi dengan BPBD untuk memantau perkembangan debit air. Tim SAR dan relawan juga disiagakan untuk membantu warga yang membutuhkan evakuasi tambahan.


Ratusan Rumah Terendam, Warga Mengungsi di Balai Desa

BPBD Cirebon mencatat lebih dari 250 rumah terdampak banjir. Sebagian warga memilih mengungsi ke balai desa yang dijadikan posko sementara, sementara yang lain bertahan di lantai dua rumah atau mengungsi ke rumah kerabat.

Posko darurat menyediakan makanan siap saji, air minum, selimut, dan layanan kesehatan ringan. Namun beberapa warga mengaku membutuhkan popok bayi, obat-obatan, serta pakaian kering karena sebagian besar barang mereka ikut terendam.

“Kami hanya sempat menyelamatkan dokumen penting. Barang-barang lain sudah keburu terendam,” ujar salah satu warga.


Petugas Terjunkan Pompa dan Bersihkan Sampah Penyumbat Aliran

Untuk mempercepat surutnya banjir, petugas gabungan menurunkan sejumlah pompa air ke titik-titik rawan genangan. Mereka juga membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai kecil di sekitar desa.

Beberapa warga menilai banjir kali ini lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain curah hujan ekstrem, sedimentasi sungai dan tumpukan sampah disebut menjadi faktor yang memperparah luapan air.


Pemerintah Daerah Siapkan Bantuan dan Upaya Pemulihan

Bupati Cirebon menyatakan bahwa pemerintah daerah akan memberikan bantuan untuk para korban banjir. Selain bantuan logistik, tim teknis akan melakukan assesment kerusakan rumah, fasilitas umum, dan lahan pertanian.

“Kami akan memastikan warga mendapat bantuan yang dibutuhkan dan segera melakukan normalisasi aliran sungai agar kejadian seperti ini tidak berulang,” ujarnya.


Penutup

Banjir kiriman dari hulu kembali mengingatkan bahwa persoalan lingkungan di daerah aliran sungai harus ditangani secara terpadu.

Dua desa di Cirebon kini masih berjibaku dengan air yang menggenang, sementara warga berharap curah hujan mereda agar kehidupan dapat kembali normal.

Pemerintah daerah dan warga terus bekerja sama melakukan penanganan darurat sambil menunggu kondisi sungai stabil kembali.

Skintific