Cirebon – CPNS di Kota Cirebon Suasana Aula Balaikota Cirebon tampak khidmat pada Senin (11/11) pagi. Ratusan wajah muda mengenakan seragam putih-hitam duduk rapi, menatap ke arah panggung utama dengan penuh semangat dan harapan. Mereka adalah para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Cirebon tahun 2025, yang baru saja mengikuti pembekalan sebelum memulai masa tugasnya sebagai abdi negara.
Dalam sambutannya, Wali Kota Cirebon, Drs. H. Zulmaeta, M.Si, menegaskan bahwa menjadi CPNS bukan sekadar mendapatkan status pegawai pemerintah, tetapi merupakan amanah besar untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan penuh integritas.
“CPNS adalah wajah baru birokrasi kita. Kalian bukan hanya bekerja di balik meja, tapi harus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan, membantu, dan memberi solusi. Jadilah pelayan publik yang berintegritas dan profesional,” tegas Zulmaeta di hadapan peserta.
Menanamkan Nilai Integritas Sejak Awal
Baca Juga : Truk Parkir Liar PKL di 5 Pintu Tol Cirebon Ditertibkan
Wali Kota Zulmaeta menekankan bahwa integritas dan etika pelayanan harus menjadi pondasi utama bagi setiap CPNS. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap pemerintah dibangun dari sikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab para aparatur sipil negara (ASN) di setiap lini pelayanan.
“Masyarakat tidak butuh pejabat yang pandai bicara, tapi butuh pegawai yang mau bekerja dan punya empati. Pelayanan publik itu soal kejujuran dan ketulusan. Kalau dua hal ini kalian pegang, maka kepercayaan masyarakat akan tumbuh,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar para CPNS tidak terjebak pada pola pikir lama birokrasi yang kaku dan berbelit-belit. Di era digital seperti sekarang, ASN dituntut untuk adaptif terhadap perubahan, cepat mengambil keputusan, dan terbuka terhadap inovasi.
“Cirebon ingin punya ASN yang cerdas dan berani berinovasi. Jangan takut mencoba hal baru untuk meningkatkan pelayanan publik,” tambahnya.
243 CPNS Resmi Bergabung
Kita pastikan semua yang lolos benar-benar kompeten dan memiliki semangat pelayanan. Mereka akan menjalani masa percobaan selama satu tahun sebelum diangkat menjadi ASN penuh,” jelas Nana.
Ia juga menambahkan bahwa Pemkot Cirebon akan terus melakukan pembinaan dan pelatihan kompetensi, termasuk pelatihan digitalisasi layanan, komunikasi publik, dan penguatan nilai dasar ASN.
ASN Bukan Dihormati, Tapi Menghormati
Dalam arahannya, Wali Kota Zulmaeta juga mengingatkan agar para CPNS tidak menjadikan status ASN sebagai alat untuk mencari kehormatan pribadi atau keuntungan tertentu. Menurutnya, ASN yang sejati adalah mereka yang menghormati rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.
“Kalau kalian ingin dihormati, maka hormatilah dulu masyarakat. Jangan anggap masyarakat itu beban. Justru dari merekalah gaji kita berasal. Maka layani mereka dengan hati yang tulus,” tegasnya.
Zulmaeta juga menyoroti pentingnya menghindari praktik pungutan liar (pungli), gratifikasi, dan penyalahgunaan wewenang. Ia menegaskan, Pemkot Cirebon tidak akan menoleransi pelanggaran etika dan akan menindak tegas siapa pun yang mencederai kepercayaan publik.
Modernisasi Pelayanan Publik
Selain soal integritas, Pemkot Cirebon kini tengah mendorong modernisasi sistem pelayanan publik berbasis digital. Sejumlah layanan, mulai dari izin usaha, administrasi kependudukan, hingga pengaduan masyarakat, kini dapat diakses secara online.
Zulmaeta menyebut, keberhasilan program digitalisasi tersebut sangat bergantung pada kesiapan ASN muda yang melek teknologi. Karena itu, CPNS angkatan baru diharapkan mampu menjadi motor perubahan di lingkungan kerja masing-masing.
“Anak muda punya energi dan cara pandang baru. Kami butuh kalian untuk membawa perubahan positif di birokrasi, agar pelayanan semakin cepat, transparan, dan akuntabel,” katanya.
CPNS Siap Berkontribusi
Salah satu CPNS yang baru diterima, Rizky Wulandari (26), mengaku bangga bisa menjadi bagian dari Pemkot Cirebon. Ia berjanji akan menjalankan amanah ini dengan sungguh-sungguh.
“Saya ingin membuktikan bahwa ASN muda bisa bekerja profesional dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Kami tidak ingin dianggap hanya mencari aman atau gaji tetap,” ujar Rizky, yang ditempatkan di Dinas Kesehatan.





