Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Walkot Prabumulih Minta Maaf Sebut Berita Pencopotan-Anak Bawa Mobil

Skintific

Cirebon – Walkot Prabumulih baru-baru ini mengeluarkan permintaan maaf terkait pernyataannya yang menyinggung isu pencopotan jabatan dan anak yang membawa mobil.

Pernyataan tersebut sebelumnya viral di media sosial dan menjadi perhatian publik.

Skintific

Walkot mengakui bahwa kalimat yang diucapkannya kurang tepat dan menimbulkan kesalahpahaman

Ia menegaskan tidak ada niat untuk menyinggung atau merugikan pihak manapun dengan ucapannya.

Walkot Prabumulih
Walkot Prabumulih

 

Baca Juga : 6 Fakta Tragis Bocah 5 Tahun Ditemukan Tewas Terbungkus Karung di Konsel

Dalam konferensi pers, Wali Kota menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Prabumulih.

Ia juga menjelaskan konteks dari pernyataannya yang dianggap kontroversial.

Berita tentang pencopotan jabatan dan anak yang membawa mobil ternyata dipenggal dari pembicaraan yang lebih panjang.

“Saya hanya ingin menekankan pentingnya disiplin dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas,” ujar Walkot.

Namun, potongan kalimat yang beredar di media sosial justru membuat publik merasa tersinggung dan bingung.

Beberapa pihak bahkan menilai pernyataan itu sebagai bentuk ketidakadilan.

Menanggapi hal ini, Wali Kota menegaskan bahwa ia tetap berkomitmen untuk melayani masyarakat dengan adil.

Ia mengajak semua pihak untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumbernya.

Wali Kota juga meminta agar berita tersebut tidak dijadikan alat politik yang memecah belah masyarakat.

Selain permintaan maaf, Walkot mengaku telah berkoordinasi dengan tim humas untuk memperbaiki komunikasi publik.

Ia berharap ke depannya penyampaian informasi bisa lebih bijak dan akurat.

Pernyataan tersebut bermula dari rapat internal dengan staf pemerintah kota.

Saat itu, Walkot menyoroti sikap kurang disiplin beberapa pegawai yang membawa kendaraan dinas tanpa izin.

Ia menegaskan bahwa aturan harus ditegakkan tanpa pandang bulu.

Namun, contoh yang diambil mengenai “anak yang membawa mobil” dinilai terlalu sensitif dan kurang tepat.

Setelah menyadari dampak pernyataannya, Walkot langsung mengambil langkah untuk klarifikasi.

Di sisi lain, masyarakat mengapresiasi sikap terbuka Wali Kota yang berani mengakui kesalahan.

Beberapa warga menyarankan agar komunikasi pemerintah lebih transparan dan melibatkan publik secara.

Skintific