Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Taman Pataraksa Rusak Parah Usai Demo Ricuh di Cirebon

Skintific

Cirebon – Taman Pataraksa Rusak, salah satu ruang terbuka hijau kebanggaan warga Cirebon, mengalami kerusakan parah usai aksi demo yang berujung ricuh, Selasa malam.

Taman yang terletak di kawasan strategis dan sering menjadi tempat berkumpul warga itu kini porak poranda akibat bentrokan massa dan aparat.

Skintific

Sejumlah fasilitas taman rusak, mulai dari bangku taman, lampu penerangan, hingga pot tanaman yang berserakan.

Pagar pembatas taman pun jebol di beberapa titik, dan rumput hias tercabut akibat terinjak-injak massa yang panik.

Aksi unjuk rasa yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi anarkis setelah ada provokasi dari sekelompok peserta.

Massa mulai melempari batu ke arah petugas keamanan dan merusak fasilitas umum, termasuk taman Pataraksa yang berada di dekat titik konsentrasi massa.

Pihak kepolisian terpaksa membubarkan massa dengan gas air mata setelah situasi semakin tak terkendali.

Taman Pataraksa Rusak
Taman Pataraksa Rusak

Baca Juga : Dalang Kerusuhan dan Pelaku Penjarahan di DPRD Cirebon

Dalam kekacauan tersebut, taman menjadi salah satu titik pelarian massa yang berhamburan, membuat kerusakan semakin tak terhindarkan.

Pagi harinya, kondisi taman tampak mengenaskan. Sampah berserakan di mana-mana dan jejak-jejak kerusakan terlihat jelas.

Petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup langsung dikerahkan untuk melakukan pembersihan awal.

Namun, menurut kepala dinas terkait, kerusakan yang terjadi bukan hanya soal kebersihan, melainkan juga kerusakan struktural yang memerlukan anggaran perbaikan.

“Beberapa lampu taman rusak total, paving block copot, dan sistem irigasi taman terganggu,” jelasnya saat diwawancarai.

Pihaknya memperkirakan kerugian mencapai puluhan juta rupiah hanya untuk memperbaiki bagian yang rusak di Taman Pataraksa.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar menyampaikan aspirasi dengan cara damai dan bertanggung jawab.

Banyak warga Cirebon mengaku kecewa melihat taman yang biasa mereka kunjungi untuk bersantai kini dalam kondisi rusak.

“Biasanya saya bawa anak main ke sini sore hari. Sekarang lihat sendiri, bangkunya hancur semua,” ujar seorang ibu rumah tangga.

Komunitas pecinta lingkungan pun angkat bicara dan menyerukan restorasi taman secepatnya agar warga bisa kembali menikmati ruang terbuka.

Beberapa relawan bahkan menawarkan bantuan untuk ikut memperbaiki taman secara swadaya sebagai bentuk solidaritas.

Skintific