Koran Cirebon – Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Cirebon mendapat perhatian luas sejak hari pertama pelaksanaannya. Sebanyak 796 Aparatur Sipil Negara (ASN) patuhi Surat Edaran Wali Kota terkait program ini, menunjukkan komitmen aparatur dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah.

Program Hari Bebas Kendaraan Bermotor bertujuan mengurangi polusi udara, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mendorong masyarakat untuk menggunakan transportasi ramah lingkungan. Pemerintah Kota Cirebon berharap program ini dapat membentuk budaya baru yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Baca Juga : Kawasan Budaya Cirebon Jadi Perhatian Kementerian
Hari pertama pelaksanaan berlangsung lancar. ASN yang hadir di kantor memilih berjalan kaki, bersepeda, atau menggunakan transportasi publik sesuai arahan wali kota. Program ini menjadi momen edukasi sekaligus kampanye lingkungan bagi pegawai pemerintah dan masyarakat.
Selain itu, pemerintah kota menyiapkan rute khusus dan fasilitas pendukung agar ASN dan masyarakat dapat berpartisipasi dengan aman. Pos pengawasan dan informasi ditempatkan di beberapa titik strategis untuk memandu pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor.
Meski sebagian warga awalnya ragu dengan program ini, respon dari ASN menjadi contoh positif. Mereka menunjukkan kepatuhan dan kesadaran akan pentingnya menjaga kualitas lingkungan di Cirebon. Kegiatan ini juga menjadi ajang promosi gaya hidup sehat melalui aktivitas fisik seperti berjalan kaki dan bersepeda.
Pemerintah Kota Cirebon berencana mengevaluasi pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor secara berkala. Tujuannya untuk meningkatkan efektivitas program, memperluas partisipasi masyarakat, dan memastikan dampak positif terhadap kualitas udara dan kesehatan warga.
Dengan antusiasme ASN pada hari pertama, pemerintah optimistis program ini akan berjalan konsisten. Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Cirebon diharapkan menjadi contoh bagi kota lain dalam mengurangi polusi serta membangun budaya transportasi ramah lingkungan.





