Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Bedug Keraton Kasepuhan Cirebon Sambut Ramadan

Skintific

Berdasarkan tradisi turun-temurun di Kota Udang, gema bedug dari Keraton Kasepuhan Cirebon kini mulai terdengar untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Langkah ini menjadi tanda sakral bagi masyarakat sekitar bahwa bulan penuh berkah telah tiba di depan mata. Selain itu, tradisi memukul bedug keraton merupakan warisan budaya yang terus terjaga guna mempererat rasa kebersamaan antarwarga Cirebon.


Tradisi Tabuh Bedug yang Melegenda

Awalnya, pemukulan bedug di lingkungan keraton berfungsi sebagai sarana komunikasi utama untuk mengumpulkan warga saat waktu salat tiba. Oleh karena itu, setiap menjelang Ramadan, para abdi dalem melakukan perawatan khusus terhadap bedug agar suaranya tetap nyaring dan mantap. Meskipun zaman telah berganti menjadi lebih modern, namun gema suara bedug ini tetap memiliki tempat spesial di hati para penduduk lokal.

Skintific

Kemudian, prosesi penabuhan bedug biasanya diikuti dengan lantunan doa serta puji-pujian kepada Tuhan Yang Maha Esa di Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Sebab, perpaduan antara budaya dan nilai religius menjadi ciri khas utama yang membuat tradisi di Kasepuhan terasa sangat kental. Jadi, warga sering kali berkumpul di sekitar keraton untuk sekadar mendengarkan gema bedug yang menenangkan jiwa tersebut.

Baca juga:Antrean Klaim Nasabah BPR Cirebon Membeludak

Tradisi Drugdag Keraton Kasepuhan Cirebon Sambut Ramadan 1447 H, Ini Makna  Tabuhan Bedug

Pelestarian Budaya di Tengah Modernisasi

Selanjutnya, pihak Keraton Kasepuhan terus berkomitmen untuk mengenalkan warisan sejarah ini kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan waktu. Sebab, pengenalan budaya sejak dini sangat penting untuk menjaga identitas bangsa di tengah derasnya arus informasi digital saat ini. Oleh sebab itu, setiap perayaan menyambut Ramadan selalu melibatkan para pemuda setempat dalam berbagai kegiatan persiapan di lingkungan keraton.

Saat ini, Keraton Kasepuhan juga menjadi daya tarik wisata religi yang cukup besar bagi para pendatang dari luar kota selama bulan puasa. Bahkan, suasana malam hari di sekitar masjid keraton menjadi lebih hidup dengan aktivitas warga yang menjalankan ibadah dengan penuh khidmat. Sebagai tambahan, keasrian arsitektur bangunan keraton menambah kesan mendalam bagi siapa saja yang berkunjung untuk menyaksikan tradisi tahunan ini.

Harapan bagi Kerukunan Umat

Singkatnya, suara bedug Keraton Kasepuhan bukan sekadar bunyi penanda waktu, melainkan simbol kedamaian dan kerukunan bagi warga Cirebon. Di sisi lain, semangat Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat kembali tali persaudaraan antar sesama tanpa memandang status sosial. Akhirnya, semua pihak berharap agar tradisi ini terus lestari dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat selama menjalani ibadah puasa.

Skintific