Koran Cirebon – Pemerintah Kabupaten Cirebon Regency menyampaikan bahwa korban kasus pengantin pesanan di China telah berhasil dipulangkan ke Indonesia.

Kepulangan korban tersebut difasilitasi melalui koordinasi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan instansi terkait. Setelah tiba di tanah air, korban langsung mendapatkan pendampingan serta perlindungan dari pihak berwenang.
Baca Juga : Pemkab Cirebon prioritaskan perbaikan 16 ruas jalur alternatif mudik
Kasus pengantin pesanan China ini sebelumnya menjadi perhatian karena diduga berkaitan dengan praktik perdagangan orang. Korban dilaporkan dijanjikan pernikahan dengan warga negara asing, namun kemudian mengalami berbagai permasalahan selama berada di luar negeri.
Pemerintah daerah melalui dinas terkait memastikan korban saat ini berada dalam kondisi aman. Selain itu, korban juga mendapatkan pendampingan psikologis serta bantuan untuk proses pemulihan setelah kembali ke Indonesia.
Pihak Pemerintah Kabupaten Cirebon juga terus berkoordinasi dengan instansi pusat untuk menindaklanjuti kasus tersebut, termasuk upaya penelusuran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam praktik perekrutan ilegal.
Selain fokus pada penanganan korban, pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran pernikahan atau pekerjaan di luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi.
Masyarakat diminta untuk memastikan semua proses keberangkatan ke luar negeri dilakukan secara legal dan melalui jalur yang jelas guna menghindari potensi penipuan maupun perdagangan manusia.
Dengan telah dipulangkannya korban ke Indonesia. Pemerintah berharap proses pemulihan dapat berjalan dengan baik serta kasus pengantin pesanan China. Ini dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran serupa di masa mendatang.






